Sabtu, 18 Januari 2014



 

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

 

 





KELOMPOK PSIKOLOGI SOSIAL

 

ANISA ADYATI                                                                    10510870

DINA LESTARI                                                                      12510062

EPRILIA SAHAJANI                                                             12510378

JAYANTI DWI ROSA PRIBADI                                           13510729

LASMA HOTMAIDA PARDOSI                                           13510970

NABILLA KRASNAYA OKTRINARIN                                14510890

SITI ADINDA S.M                                                                 16510576



FAKULTAS PSIKOLOGI

DEPOK - 2013


Sistem Informasi dan Perancangan (DFD, ERD, SDLC)
yang berguna dalam mengolah data di BIRO PSIKOLOGI GUNAELOTRA


1.     Pengertian

DFD (Data Flow Diagram)


Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis. Suatu yang lazim bahwa ketika menggambarkan sebuah sistem kontekstual data flow diagram yang akan pertama kali muncul adalah interaksi antara sistem dan entitas luar. DFD didisain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi suatu bagian sub-sistem yang lebih kecil dan untuk menggaris bawahi arus data antara kedua hal yang tersebut diatas. Diagram ini lalu "dikembangkan" untuk melihat lebih rinci sehingga dapat terlihat model-model yang terdapat di dalamnya.

Basis data Relasional adalah kumpulan dari relasi-relasi yang mengandung seluruh informasi berkenaan suatu entitas/ objek yang akan disimpan di dalam database. Tiap relasi disimpan sebagai sebuah file tersendiri. Perancangan basis data merupakan suatu kegiaatan yang setidaknya bertujuan sebagai berikut:

• Menghilangkan redundansi data

• Meminimumkan jumlah relasi di dalam basis data

• Membuat relasi berada dalam bentuk normal, sehingga dapat meminimumkan permasalahan berkenaan dengan penambahan, pembaharuan dan penghapusan.

ERD adalah suatu pemodelan dari basis data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya

SDLC (System Development Life Cycle)

System Development Life Cycle (SDLC) adalah sekumpulan kegiatan yang dibutuhkan dalam membangun suatu solusi sistem informasi yang dapat memberi jawaban bagi permasalahan maupun kesempatan bisnis. SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi.

2.      Contoh bentuk sistem digunakan
           
Bentuk DFD (Data Flow Diagram) di gunakan untuk data

DAFTAR NAMA PASIEN
No.
Nama
Usia
Pekerjaan
Jenis Kelamin
Nomor Telepon
Alamat
Status
1.
Ali
34
Karyawan  swasta
Laki-laki
02187765678
Jakarta
Pasien
2.
Angga
26
Mahasiswa
Laki-laki
02187115678
Jakarta
Pasien
3.
Ari
33
Guru
Laki-laki
08131098810
Jakarta
Pasien
4.
Agus
32
Polisi
Laki-laki
08131096004
Depok
Pasien
5.
Ana
23
Mahasiswi
Perempuan
08131044110
Bekasi
Pasien
6.
Arman
30
Karyawan  swasta
Laki-laki
08123456007
Cibubur
Pasien
7.
Anggi
27
Guru
Perempuan
08131097711
Depok
Pasien
8.
Asri
24
Mahasiswi
Perempuan
08123459905
Bogor
Pasien
9.
Anggun
22
Mahasiswi
Perempuan
08777109871
Bogor
Pasien
10.
Adi
29
Polisi
Laki-laki
08381098761
Jakarta
Pasien
11.
Bari
35
Guru
Laki-laki
08777109734
Tangerang
Pasien
12.
Budi
35
Guru
Laki-laki
08123451348
Bekasi
Pasien
13.
Bambang
31
Polisi
Laki-laki
08777109655
Bogor
Pasien
14.
Bimo
34
Polisi
Laki-laki
08123456743
Tangerang
Pasien
15.
Bunga
24
Mahasiswi
Perempuan
08777106611
Tangerang
Pasien
16.
Bella
28
Ibu rumah tangga
Perempuan
08123451326
Bogor
Pasien
17.
Bisma
35
Dosen
Laki-laki
08777109876
Cinere
Pasien
18.
Beni
30
Guru
Laki-laki
08381098790
Cimanggis
Pasien
19.
Bimbim
21
Mahasiswa
Laki-laki
08381098712
Bekasi
Pasien
20.
Bintang
23
Mahasiswi
Perempuan
08777103210
Depok
Pasien
21.
Cinta
24
Mahasiswi
Perempuan
08777109887
Jakarta
Pasien
22
Citra
22
Mahasiswi
Perempuan
08777109865
Jakarta
Pasien
23.
Cintia
21
Mahasiswi
Perempuan
08777108700
Depok
Pasien
24.
Cerrys
22
Mahasiswi
Perempuan
08561054309
Jakarta
Pasien
25.
Cantika
26
Mahasiswi
Perempuan
08131098711
Bogor
Pasien
26.
Cecilia
27
Dokter
Perempuan
08131098880
Bogor
Pasien
27.
Cakra
31
Dokter
Laki-laki
08561099091
Cibubur
Pasien
28.
Candy
36
Guru
Perempuan
08131098764
Jakarta
Pasien
29.
Cindy
32
Guru
Perempuan
08777109833
Depok
Pasien
30.
Cila
26
Mahasiswi
Perempuan
08123456771
Bogor
Pasien
31.
Dewa
40
Karyawan  swasta
Laki-laki
08123456765
Bogor
Pasien
32.
Desi
35
Guru
Perempuan
08123452137
Cibubur
Pasien
33.
Della
41
Guru
Perempuan
08561098765
Jakarta
Pasien
34.
Erna
42
Dosen
Perempuan
08381098345
Bogor
Pasien
35.
Efran
36
Polisi
Laki-laki
08561095521
Bogor
Pasien
36
Erik
38
Dokter
Laki-laki
08381097870
Bogor
Pasien
37.
Fara
40
Karyawan  swasta
Perempuan
08999126456
Cibubur
Pasien
38.
Fira
39
Dosen
Perempuan
08381091234
Depok
Pasien
39.
Fina
37
Ibu rumah tangga
Perempuan
08999124300
Tangerang
Pasien
40.
Fitri
31
Dosen
Perempuan
08381098412
Tangerang
Pasien
41.
Gerry
20
Mahasiswa
Laki-laki
08381098907
Depok
Pasien
42.
Gerald
26
Karyawan  swasta
Laki-laki
08561098771
Bekasi
Pasien
43.
Guruh
21
Mahasiswa
Laki-laki
08999126785
Tangerang
Pasien
44.
Haris
20
Mahasiswa
Laki-laki
08381098778
Cimanggis
Pasien
45.
Herry
22
Mahasiswa
Laki-laki
08561098765
Tangerang
Pasien
46.
Irwan
33
Karyawan  swasta
Laki-laki
02187765900
Depok
Pasien
47.
Vanya
44
Guru
Perempuan
02187561678
Jakarta
Pasien
48.
Wulan
42
Karyawan  swasta
Perempuan
08999126510
Jakarta
Pasien
49.
Widia
31
Guru
Perempuan
02187765178
Jakarta
Pasien
50.
Yessy
37
Ibu rumah tangga
Perempuan
02187765665
Depok
Pasien


JADWAL PSIKOLOG

No
Jadwal
Nama
1.
Senin, jam 08.00-12.00
Dr. Rani. Swastika , M.Si., Psikolog

Selasa, jam 13.00-17.00
Dr. Rani. Swastika , M.Si., Psikolog

Kamis, jam 08.00-12.00
Dr. Rani. Swastika , M.Si., Psikolog

Jumat, jam 13.00-17.00
Dr. Rani. Swastika , M.Si., Psikolog
2.
Senin, jam 13.00-17.00
Dr. Cokro Saputra , M.Si., Psikolog

Rabu, jam 08.00-12.00
Dr. Cokro Saputra , M.Si., Psikolog

Kamis, jam 13.00-17.00
Dr. Cokro Saputra , M.Si., Psikolog

Sabtu, jam 08.00-12.00
Dr. Cokro Saputra , M.Si., Psikolog
3.
Selasa, jam 08.00-12.00
Dr. Amelia Christine , M.Si., Psikolog

Rabu, jam 13.00-17.00
Dr. Amelia Christine , M.Si., Psikolog

Jumat, jam 08.00-12.00
Dr. Amelia Christine , M.Si., Psikolog

Sabtu, jam 13.00-17.00
Dr. Amelia Christine , M.Si., Psikolog



Bentuk ERD (Entitas Relationship Diagram) di gunakan untuk data



Bentuk SDLC (System Development Life Cycle) di  gunakan untuk data







 

Minggu, 09 Juni 2013

Bentuk-bentuk Utama dalam Terapi

Ada beberapa macam bentuk-bentuk utama dalam terapi, yaitu:

1. Supportive
a. Definisi terapi suportif
Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. 

b. Tujuan dari terapi suportif adalah
• Menaikkan fungsi psikologi dan sosial
• Menyokong harga dirinya dan keyakinan dirinya sebanyak mungkin
• Menyadari realitas, keterbatasannya, agar dapat diterima
• Mencegah terjadinya relaps
• Bertujuan agar penyesuaian baik
• Mencegah ketergantungan pada dokter
• Memindahkan dukungan profesional kepada keluarga
 2. Redukatif
Suatu metode pnyembuhan yang mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. Adapun metode yang dapat digunakan antara lain :
·   Penyembuhan sikap (attitude therapy)
·   Wawancara (interview psychtherapy)
·   Penyembuhan terarah (directive therapy)
·   Psikodrama
·   Dan lain-lain.
Tujuan dari reeducative therapy adalah untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasikan tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain ialah sebagai berikut :
  • Terapi hubungan antar manusia (relationship therapy)
  • Terapi sikap (attitude therapy)
  • Terapi wawancara (interview therapy) analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf Meyer)
  • Konseling terapetik
  • Terapi case work
  • Reconditioning
  • Terapi kelompok yang reedukatik
  • Terapi somatik 2
3. Reconstructive
A. Definisi Terapi Rekonstruktif
Terapi Rekonstruktif yakni menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi atau lebih mudahnya Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
B. Tujuan Terapi Rekonstruktif
Perombakan radikal daripada corak kepribadian hingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien,akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan emosional dengandilahirkannya potensi adaptif baru

Senin, 06 Mei 2013

Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling

Menurut Edwin C. Lewis (dalam Abimanyu dan Manrihu, 1996) mendifinisikan konseling sebagai suatu proses dimana yang bermasalah (klien) dibantu secara pribadi untuk merasa dan berprilaku lebih memuaskan melalui interaksi dengan seorang yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan perilaku-prilaku yang memungkinkan berhubungan lebih efektif dengan dirinya dan lingkungan.
         APGA (the American Personnel and Guide Association) mendefinisikan konseling sebagai suatu hubungan antara seseorang yang terlatih secara profesional dan individu yang memerlukan bantuan yang berkaitan dengan kecemasan biasa atau konflik atau pengambilan keputusan ( Nugent dalam Abimanyu dan Manrihu, 1996)
 APA (the American Psychological Association) merumuskan definisi konseling sebagai bekerja dengan individu-individu atau kelompok-kelompok yang berkaitan dengan masalah-masalah pribadi, sosial, pendidikan dan vokasional (bersangkutan dengan bimbingan kejuruan).
 
Istilah “psikoterapi” berasal dari dua kata, yaitu “psiko” dan “terapi”. Psiko artinya kejiwaan atau mental dan “terapi” adalah penyembuhan atau usaha. Jadi psikoterapi mungkin dapat disebut Penyembuhan jiwa atau Penyembuhan (usaha) mental. Jadi Psikoterapi adalah proses formal interaksi antara dua pihak atau lebih yang satu adalah professional penolong dan yang lain adalah “petolong” (orang yang ditolong) dengan catatan bahwa interaksi itu menuju pada perubahan atau penyembuhan.

         Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkangerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi
 
 Jadi perbedaan antara psikoterapi dengan konseling yaitu:

 1.        Konseling dan psikoterapi dipandang berbeda dari lingkup pengertian antara keduanya.
2.        Konseling berfokus pasa masalah pengembangan, pendidikan dan pencegahan pada klien. Sedangkan psikoterapi lebih memfokus pada masalah penyembyhan, penyesuaian dan pengobatan.
3.        Konseling dijalankan atas dasar (dijiwai) oleh falsafah atau pandangan terhadap manusia, sedangkan psikoterapi  dijalankan berdasarkan ilmu atau teori kepribadian dan psikopatologi.

Kamis, 04 April 2013

PENGERTIAN PSIKOTERAPI

 Ada beberapa pengertian dari para ahli, yaitu sebagai berikut:

Psikoterapi ( psychotherapy) adalah pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatandan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi gangguan emosionalnya dengan caramemodifikasi perilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampumengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya.

Menurut Wohlberg, psikoterapi adalah pengobatan dengan cara psikologis dari masalah yang bersifat emosional di mana seseorang terlatih sengaja membangun hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan:
- Menghapus, mengubah atau menghambat gejala
- Yang terganggu pola mediasi perilaku
- Meningkatkan pertumbuhan kepribadian yang positif dan pengembangan

Menurut Corsini, psikoterapi adalah Proses interaksi formal 2 pihak (2 orang/lebih), bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan menggunakan metode2 sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal.

Rabu, 28 November 2012

Multikulturalisme


Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.
Akar kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Secara epistmologis,multikulturalisme dibentuk dari kata multi (banyak), kultur (budaya), danisme (aliran/paham). Secara hakiki, dalam kata itu terkandung pengakuanakan martabat manusia yang hidup dalam komunitasnya dengankebudayaannya masng-masing yang unik.Dengan demikian, setiap individu merasa dihargai sekaligus merasabertanggung jawab ntuk hdp bersama kounitasnya. Pengingkaran suatumasyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui merpakan akar dari segalaketimpangan dalam berbagai bidang kehidupan.Pengertian kebudaya an di antara para ahli harus dipersamakan atau,setidak-tidaknya, tidak dipertentangkan antara konsep yang dipunyai olehseorang ahli dengan konsep yang dipunyai oleh ahli lainnya. Karenamulitkulturalisme itu adalah sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahanauntuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiannya, maka konsepkebuayaan harus dilihat dalam perspektif fungsnya bagi kehidupan manusia .

CIRI-CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku,ras,dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang di sebut primordial. Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negri maupun luar negri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya.
2. Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, maksudnya adalah dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akam mengalami kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya alias karena kurang lengkapnya persatuan tyang terpisah oleh segmen-segmen tertentu.
3. Konsesnsus rendah, maksudnya adalah dalam kelembagaan pastinya perlu adany asuatu kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud konsensus, berarti dalam suatu masyarakat majemuk sulit sekali dalam penganbilan keputusan.
4. Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dankebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga susah
5. Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa dalam masyarakat multikultural itu susah sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan alternatifnya adalah dengan cara paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu tidak bertahan lama.
6. Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain, karena dalam masyarakat multikultural terdapat segmen-segmen yang berakibat pada ingroup fiiling tinggi maka bila suaru ras atau suku memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akan mengedapankan kepentingan suku atau rasnya.

SEBAB TERJADINYA MULTIKULTURALISME

1. Factor geografis,faktor ini sangat mempengarudi apa dan bagaimana kebiasaan sua tu masyarakat. Maka dalam suatu daera yang memiliki kondisi geografis yang berbeda maka akan terdapat perbedaan dalam masyarakat( multikultural).

2. Pengaruh budaya asing, mengapa budaya asing menjadi penyebab terjadinya multikultural, karena masyarakat yang sudah mengetahui budaya-budaya asing kemungkinan akan terpengaruh mind set mereka dan menjadkan perbedaan antara
3. Kondisi iklim yang berbeda, maksudnya hampir sama denga perbedaan letak geografis suatu daerah.
Faktor penyebab timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia
Timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia dianalisa sebagai dampak dari adanya
 Keanekaragaman Ras, ada tiga ras yang dapat kita sebutkan yaitu
1. Ras Mongoloid
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini
- Kulit berwarna kuning samap sawo matang
- Rambut lurus
- Bulu badan sedikit
- Mata sipit
2. Ras Kaukasoid
Memiliki ciri-ciri berikut ini
- Hidung mancung
- Kulid putih
- Rambut pirang sampai coklat
- Kelopak mata lurus
3. Rasa negroid
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut
- Rambut keriting
- Kulid hitam
- Bibir tebal ddan kelopak mata lurus

 
Sumber
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2203877-pengertian-multikultural/
Buku Sosiologi 2

Akulturasi Psikologi



Pengertian Akulturasi

Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.


Sebagai contoh, masyarakat pendatang berkomunikasi dengan masyarakat setempat dalam acara syukuran, secara tidak langsung masyarakat pendatang berkomunikasi berdasarkan kebudayaan tertentu milik mereka untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kebudayaan setempat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi akulturasi
Terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Secara garis besar, ada dua faktor yang menyebabkan akulturasi dapat terjadi, yaitu:
Faktor Intern
  • Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
  • Adanya penemuan baru. Discovery --- penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada. Invention --- penyempurnaan penemuan baru. Innovation --- pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.
  • Konflik yang terjadi dalam masyarakat.
  • Pemberontakan atau revolusi
Faktor Ekstern
  • Perubahan alam
  • Peperangan
  • Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).
Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai.

Psikologis

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Jadi, akulturasi psikologis adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu perilaku asing. Perilaku asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur periaku kelompok sendiri. Singkatnya terdapat perpaduan antara perilaku sendiri dengan perilaku asing, tanpa menghilangkan unsur perilaku kelompok sendiri.

Aspek-aspek Psikologi terdiri dari:

  1. Bakat
Bakat  menurut bahasa (etimologis) adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri seseorang dan menjadi pembeda antara seseorang dengan orang lain. Sedangkan menurut istilah, adalah kemampuan khusus yang dimiliki orang - orang tertentu.

  1. Berpikir
Berpikir adalah aktualisasi otak sebagai sumber penggerak yang tidak terbatas dengan menggambarkan dan membayangkan sesuatu dalam pikiran. Setiap hari dalam kehidupan kita akan berpikir, sudah tentu bila kita menghadapi suatu masalah, maka kita akan berpikir dalam kategori yang bersungguh-sungguh berarti menjalankan pikiran, memperkembangkan alat berpikir agar mampu menghadapi persolan dan memecahkannya.

  1. Minat
Minat merupakan sebuah motivasi intrinsik sebagai kekuatan pembelajaran yang menjadi daya penggerak seeorang dalam melakukan aktivitas dengan penuh ketetapan dan cenderung menetap, dimana aktivitas tersebut merupakan proses pengalaman belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka, dan gembira.

  1. Motivasi
Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang dittandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. (Mr. Donald : 1950). 

  1. Sikap
Sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan dan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu.
Eagly & Chaiken (1993) mengemukakan bahwa sikap dapat diposisikan sebagai hasil evaluasi terhadap objek sikap, yang diekspresikan ke dalam proses proses kognitif, afektif, dan perilaku. Sebagai hasil evaluasi, sikap yang disimpulkan dari berbagai pengamatan terhadap objek diekspresikan dalam bentuk respon kognitif, afektif (emosi), maupun perilaku (Katz & Stoland, 1959; Triandis, 1971).
Oskamp (1991) mengemukakan bahwa sikap dipengaruhi oleh proses evaluatif yang dilakukan individu. Oleh karena itu, mempelajari sikap berarti perlu juga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaluatif, yaitu:
1.        Faktor-faktor Genetik dan fisiologik:
2.        Pengalaman Personal
3.        Pengaruh orang tua
4.        Kelompok sebaya atau kelompok masyarakat
5.        Media massa

Sumber
www.wikipedia.com
Buku Psikologi Umum  

Jumat, 02 November 2012

Akulturasi dan Relasi Internakultural

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya, dan beberapa definisi lain Akulturasi adalah suatu proses sosial  yang timbul manakala suatu kelompok manusia  dengan kebudayaan  tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.Di bawah ini beberapa faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya suatu proses akulturasi.
Diantaranya: Faktor Intern (dalam), antara lain bertambah dan berkurangnya penduduk

singgah, orang asli, kadazan, iban, batak and banyak lagi, akulturasi budaya itu sememangnya berlaku, persamaan dari segi budaya, makanan, bahasa pasti wujud kerana faktor
Dalam proses komunikasi faktor terpenting adalah kemampuan memberikan tafsiran dan sosial yang bersifat asosiatif berpola kerjasama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi.

Relasi Internakultural Relasi Internakultural adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras,etnis, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.

Internakultural ini sendiri dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
1. Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan
2. Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama
3. Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita
4. Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan pelbagai cara
Kulturasi dan Internakultural (komunikasi antar budaya) memiliki relasi atau hubungan yang saling berpengaruh, karena sesuai dengan pengertian akulturasi yang telah dijelaskan diatas, akulturasi ini merupakan bagaimana suatu kebudayaan menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya, proses penerimaan budaya ini tidak akan terjadi tanpa adanya komunikasi antar budaya (internakulurasi), karena tanpa adanya komunikasi maka tidak akan terjadi yang namanya pertukaran budaya, dalam komunikasi ini akan terjadi proses saling mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lainnya, sehingga terjadilah suatu akulturasi pada suatu kebudayaa

Sumber : www.wikipedia.com
              www.pengertiandefinisi.com
              www.indoinfo.web.id